teOri DasaR


BAB II

TEORI DASAR

2.1 World Wide Web

Pertama-tama yang harus diketahui adalah World Wide Web (WWW) bukanlah Internet, demikian pula sebaliknya. Namun demikian, WWW dan internet sangat berkaitan dengan yang lain. Internet adalah suatu jaringan komputer global, sedangkan WWW adalah sebuah sistem informasi yang mengelola jaringan internet dengan menggunakan suatu protocol tertentu. WWW lahir sekitar bulan Maret 1989 saat sekelompok peneliti menginginkan untuk membuat sebuah protocol baru untuk mendistribusikan informasi di dalam Internet. Para peneliti ini menetapkan sebuah standar baru, kemudian dibentuklah sebuah konsorsium yang disebut W3C atau World Wide Web Consortium untuk meneruskan pengembangan dari standar tersebut. W3C inilah yang akhirnya melahirkan HTML.

2.2 Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi.[1] Komponen-komponen dalam organisasi tersebut adalah manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data yang dapat menyimpan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam suatu organisasi yang bersangkutan.

Dalam lingkungan berbasis komputer, sistem informasi menggunakan perangkat keras dan lunak komputer, jaringan telekomunikasi, manajemen basis data berbasis komputer dan berbagai bentuk teknologi informasi yang bertujuan untuk mengubah sumber data menjadi berbagai macam hasil informasi yang dibutuhkan.

2.2.1 Komponen-komponen Sistem Informasi

Suatu sistem informasi menggunakan sumber orang/manusia (end user dan spesialis sistem informasi), sumber data, sumber hardware (mesin dan media), dan sumber software (program dan prosedur) untuk melakukan proses informasi yaitu input, pemrosesan, output, dan penyimpanan. Proses informasi merupakan suatu kegiatan yang mengubah sumber-sumber data ke dalam produk informasi. Berikut ini adalah gambar dari komponen-komponen sistem informasi (lihat gambar 2.1)

Sumber Manusia : Pengguna akhir dan spesialis sistem informasi

Sumber Hardware: Mesin dan Media

Sumber Software: Program dan Prosedur

Pengontrol Sistem

Input Data

Pemrosesan Data ke Informasi

Informasi keluaran

Penyimpan Data

Sumber Data: Data dan Pengetahuan Dasar

Mesin dan MediaProgram dan Prosedur

Gambar 2.1 Komponen Sistem Informasi

Dari gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat empat konsep utama yang dapat digunakan pada semua jenis sistem informasi, yaitu:

a. Manusia, hardware, software dan data adalah empat sumber dasar dari sistem informasi

b. Sumber manusia terdiri dari end user (pengguna akhir) dan spesialis sistem informasi. Sumber hardware terdiri dari mesin dan media. Sumber software adalah program dan prosedur serta sumber data adalah data dan pengetahuan dasar.

c. Sumber data yang ada diolah oleh kegiatan proses informasi ke dalam berbagai produk informasi untuk end user.

d. Proses informasi terdiri dari input, pemrosesan, output, penyimpanan dan kegiatan pemeriksaan.

2.2.2 Sumber-sumber Sistem Informasi

2.2.2.1 Sumber Manusia

Manusia dibutuhkan untuk mengolah semua sistem informasi. Sumber manusia terdiri atas:

a. End User (sering disebut pengguna atau client), adalah orang-orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi yang telah dihasilkan. Dalam tugas akhir ini, mereka itu adalah mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika.

b. Spesialis Sistem Informasi. Mereka adalah analis sistem, programmer, operator komputer dan sebagainya. Analis sistem mendesain sistem informasi yang didasarkan pada kebutuhan informasi dari end user. Programmer menyiapkan program-program komputer yang didasarkan pada spesifikasi dari analis sistem serta operator komputer mengoperasikan program sistem komputer.

2.2.2.2 Sumber Hardware

Sumber hardware ini terdiri dari semua peralatan fisik dan bahan fisik yang digunakan dalam proses sistem informasi, bukan hanya terdiri dari mesin seperti komputer dan kalkulator tapi juga semua media data yaitu semua obyek yang dapat disentuh dimana data direkam. Contoh hardware yang digunakan dalam sistem informasi adalah :

· Sistem komputer, yang terdiri dari CPU dan berbagai peralatan peripheral yang dihubungkan.

· Komponen peripheral, merupakan peralatan seperti keyboard atau mouse elektronik untuk memasukkan data dan perintah, monitor atau printer untuk output informasi serta disk magnetik atau optik untuk penyimpanan sumber-sumber data.

· Jaringan telekomunikasi, terdiri dari komputer, prosesor komunikasi dan peralatan lain yang dihubungkan dengan berbagai macam media komunikasi.

2.2.2.3 Sumber Software

Sumber software terdiri dari semua himpunan instruksi proses informasi. Konsep software tidak hanya terdiri dari himpunan instruksi operasi yang disebut dengan program yang secara langsung mengontrol perangkat keras komputer, tapi juga himpunan instruksi pemrosesan informasi yang dibutuhkan oleh manusia, yang disebut dengan prosedur. Contoh-contoh sumber software adalah:

· Sistem software, seperti suatu program sistem operasi, yang mengontrol dan mendukung operasi sistem komputer.

· Aplikasi software, yang terdiri dari pemrosesan program secara langsung oleh end user yang menggunakan komputer, seperti program untuk sistem informasi ini.

2.2.2.4 Sumber Data

Data dapat mempunyai banyak bentuk, berbentuk data alphanumerik, bilangan, alfabet dan karakter lainnya. Data text berisi kalimat dan paragraf yang digunakan dalam komunikasi tertulis. Data gambar seperti model grafik dan gambar. Data audio seperti suara manusia dan bunyi lainnya. Semuanya itu merupakan bentuk data yang penting.

Dalam aktivitas sehari-hari, laboratorium sistem digital berhadapan dengan banyak fakta seperti pendaftaran praktikum, pendataan buku, laporan tugas akhir dan laporan kerja praktek. Fakta-fakta ini dicatat sedemikian rupa sehingga laboratorium dapat melakukan aktivitas manajemen dengan sebaik-baiknya, seperti:

· Merencanakan pengalokasian sumber daya yang terbatas kuantitasnya untuk pencapaian visi dan misi laboratorium.

· Memudahkan pemakaian sumber daya.

Agar aktivitas-aktivitas tersebut dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif, laboratorium perlu merekam fakta tersebut ke dalam format data tertentu baik secara manual maupun otomatis (dimasukkan oleh data entry ke dalam sistem komputer). Selanjutnya data yang terkumpul ini harus diolah agar menjadi informasi yang mudah diakses baik oleh pihak laboran maupun pengguna umum.

2.3 Basis Data

Basis data dapat didefinisikan dalam beberapa sudut pandang, seperti :

· Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

· Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

· Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.[2]

Prinsip utama dari basis data adalah pengaturan data/arsip dengan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam mengambil kembali data/arsip. Satu hal yang harus diperhatikan, bahwa basis data bukan hanya sekedar penyimpanan data secara elektronis (dengan bantuan komputer). Artinya, tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronis bisa disebut basis data. Kita dapat menyimpan dokumen berisi data dalam file teks (dengan program pengolah kata) atau lainnya, tetapi tidak dapat disebut sebagai basis data. Karena didalamnya tidak ada pemilahan dan pengelompokan data sesuai jenis/fungsi data sehingga akan menyulitkan pencarian data kelak. Yang sangat ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan/pemilahan/pengelompokkan/pengorganisasian data yang akan kita simpan sesuai fungsi/jenisnya. Pemilahan ini dapat berbentuk sejumlah file/tabel terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom-kolom/field-field data dalam setiap file/tabel. Gambar 2.2 menggambarkan basis data yang disimpan di dalam sebuah harddisk. Data dipisahkan menurut kelompoknya atau fungsinya, misalnya file karya tulis (yang berisi judul karya tulis, jenis karya tulis, penerbit, tahun terbit, lokasi) dan file mahasiswa (yang berisi no. mahasiswa, nama mahasiswa, id pengarang).

File Karya Tulis

File Mahasiswa

disk

Gambar 2.2 Basis data dalam sebuah harddisk

2.3.1 Operasi Dasar Basis Data

Dalam sebuah basis data, kita dapat menempatkan satu atau lebih file/tabel. Pada file/tabel inilah sesungguhnya data disimpan/ditempatkan. Misalnya file mahasiswa kita dapat menempatkan nomor mahasiswa, nama, pembimbing tugas akhir dan pembimbing kerja praktek. Operasi-operasi dasar yang dapat kita lakukan berkenaan dengan basis data dapat meliputi :

· Create database. Perintah ini digunakan untuk membuat basis data baru, yang identik dengan pembuatan lemari arsip baru.

· Drop database. Perintah ini dapat digunakan untuk menghapus basis data. Perintah ini identik dengan pengrusakan lemari arsip (sekaligus beserta isinya, jika memang ada isinya).

· Create table. Perintah ini digunakan untuk membuat file/tabel baru ke suatu basis data. Perintah ini identik dengan penambahan map arsip baru ke sebuah lemari arsip yang telah ada.

· Drop table. Perintah ini dapat digunakan untuk menghapus file/table dari suatu basis data. Perintah ini identik dengan perusakan map arsip lama yang ada di sebuah lemari arsip.

· Insert. Perintah ini digunakan untuk menambah/mengisi data baru ke sebuah file/tabel di sebuah basis data, yang identik dengan penambahan lembaran arsip ke sebuah map arsip.

· Retrieve/search. Perintah ini digunakan untuk mengambil data dari sebuah file/tabel, yang identik dengan pencarian lembaran arsip dari sebuah map arsip.

· Update. Perintah ini berguna untuk mengubah data dari sebuah file/tabel, yang identik dengan perbaikan isi lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.

· Delete. Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari sebuah file/tabel, yang identik dengan penghapusan sebuah lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.

Create database pustaka;

Create table karya_tulis (

Kode_judul varchar(5),

Judul varchar(130),

idPengarang varchar(5),

Penerbit varchar(20),

Tahun varchar(5),

Jenis varchar(15));

Contoh 2.1 Penggunaan operasi-operasi dasar yang berkenaan dengan basis data.

Baris pertama dari Contoh 2.1 merupakan operasi untuk membuat database, dalam contoh ini database itu diberi nama pustaka. Sedangkan baris kedua dan selanjutnya adalah membuat tabel yang bernama karya_tulis. Tabel itu mempunyai field-field kode_karya_tulis, judul, idpengarang, penerbit, tahun dan jenis seperti terlihat pada tabel 2.1.

Tabel 2.1 Tabel karya tulis

kode_karya_tulis

Judul

idpengarang

penerbit

tahun

Jenis

16

Editor Bor Robot

16

-

1990

Tugas Akhir

59

Detektor Doppler

58

-

1994

Jatek

Operasi yang berkenaan dengan pembuatan basis data dan tabel merupakan operasi awal yang biasanya dilakukan hanya sekali dan berlaku seterusnya. Sedangkan operasi-operasi yang berkaitan dengan isi tabel (data) merupakan operasi rutin yang akan berlangsung berulang-ulang dan karena itu operasi-operasi inilah yang paling tepat mewakili aktivitas pengelolaan (management) dan pengolahan (processing) data dalam basis data.

2.4 HTML (HyperText Markup Language)

2.4.1 Apakah HTML itu?

HTML merupakan singkatan dari HyperText Markup Language. HTML digunakan untuk membangun suatu halaman Web. Sekalipun banyak orang menyebutnya sebagai suatu bahasa pemrograman, HTML sebenarnya sama sekali bukan bahasa pemrograman, karena seperti tercermin dari namanya HTML adalah suatu bahasa mark up. HTML digunakan untuk melakukan mark up (penandaan) terhadap sebuah dokumen teks. Tanda tersebut digunakan untuk menentukan format atau style dari teks yang ditandai.

2.4.2 Struktur Dasar HTML

Untuk menandai sebuah file teks merupakan file HTML, maka ciri yang paling nampak jelas adalah file-nya, yaitu .html. Namun lebih jauh daripada itu, di dalam file tersebut harus terkandung struktur sebagai berikut:

<html>

<head>

</head>

<body>

</body>

</html>

Tag <html> tersebut harus diletakkan pada bagian paling awal dan tag </html> harus diletakkan pada bagian paling akhir. Bagian head umumnya berisi informasi mengenai dokumen tersebut, misalnya judul dokumen, versi HTML yang digunakan. Sedangkan body berisi layout atau desain halaman web.

2.5 Active Server Pages

2.5.1. Pengertian Active Server Pages (ASP)

Active Server Pages (ASP) adalah fasilitas server Web Microsoft yang diperkenalkan oleh Microsoft pada tahun 1996. ASP merupakan model pemrograman berbasis server (server based) atau sering disebut pemrograman sisi server (server-side) yang memungkinkan developer membuat dokumen-dokumen web dinamis dan interaktif secara cepat dan mudah.

ASP merupakan teknologi server-side scripting, yang berarti segala proses programnya dilakukan di server sebelum dikirim ke client. Server-side scripting ini merupakan kebalikan dari client-side scripting, yang seluruh proses programnya dilakukan di client. Karena seluruh prosesnya berada di server, maka client akan menerima hasilnya saja. Jelas server-side scripting ini lebih aman. Yang biasanya dikatakan sebagai halaman ASP, sebenarnya terdiri atas 3 bagian.

a. ASP obyek., atau lebih tepat disebut Component Object Model (COM). ASP hanya terdiri atas 5 obyek yang sangat sederhana, tetapi karena digabungkan dengan struktur teknologi Microsoft lainnya, obyek ini menjadi sangat berguna. Kelima obyek tersebut adalah Request, Response, Server, Application, dan Session.

· Obyek Request berisi informasi yang diterima dari pengunjung web.

· Obyek Response menerima output dari hasil pemrosesan halaman ASP dan mengirimkannya ke pengunjung web.

· Obyek Server berfungsi menyediakan akses ke server.

· Obyek Application menyediakan tempat penyimpanan bersama bagi semua halaman ASP.

· Obyek Session menyediakan penyimpanan tetap bagi serangkaian interaksi dengan pengunjung web yang sama. Ia dapat juga berisi informasi yang dijalankan saat interaksi berjalan atau berhenti.

b. Bahasa Scripting. Dalam bahasa scripting inilah object-object ASP dimanipulasi sesuai dengan yang kita kehendaki. Bahasa scripting yang diberikan oleh Microsoft adalah VBScript dan Jscript. Standarnya adalah VBScript, dan bahasa ini paling banyak dipakai oleh developer ASP di seluruh dunia.

c. ActiveX Server Component. Object ASP hanyalah perekat antara halaman HTML dengan program yang berada di server. Bahasa scripting hanya digunakan untuk membuat alur logika yang diperlukan. Untuk masalah akses ke database, akses ke program lain, dan sebagainya, maka diperlukan ActiveX Server Component.

Dengan adanya ketiga bagian diatas, sebuah halaman ASP bisa menjalankan program-program yang cukup rumit di server. Kombinasi ini menghasilkan aplikasi web yang baik.

2.5.2. Dasar-dasar ASP

Active Server Pages (ASP) berisi sekumpulan script yang terlebih dahulu akan diproses di server sebelum dikirimkan ke client. Client hanya akan menerima dalam bentuk hypertext markup language (HTML). Script yang bisa ditangani oleh ASP adalah VBScript dan Java Script.

Terdapat dua elemen yang sangat penting di dalam ASP, yaitu:

· Elemen pertama adalah script yang digunakan untuk menulis program

· Elemen kedua adalah HTML .

Menulis script ASP dapat dimulai dengan menuliskan tag <script>. Kita juga dapat menuliskannya secara singkat dengan pasangan tag <% dan %>. Sintaksis penulisan ASP dapat dilihat pada contoh script di bawah ini:

<html>

<head>

<title>contoh1.asp</title>

</head>

<body>

<%

‘tulis skrip anda disini

%>

</body>

</html>

Contoh 2.2.Contoh penulisan script pada asp

Contoh 2.2 adalah contoh sederhana penulisan script pada ASP. Untuk melihat hasilnya, simpanlah script diatas dengan nama file coba.asp pada direktori virtual web kita, yaitu folder c:\inetpub\wwwroot bila kita menginstall IIS atau PWS secara default. Bila kita menyimpan di folder lain, ingatlah bahwa ASP tidak akan menerjemahkannya.

Setelah kita menyimpannya, kita dapat melihat hasil script ASP yang kita buat dengan cara membuka browser dan pada bagian address ketikkan http://localhost/coba.asp.

2.6 ActiveX Data Objects (ADO)

Salah satu komponen Active Server yang diikutsertakan oleh ASP adalah komponen ActiveX Data Objects (ADO). ADO menyediakan konektivitas dan akses penuh terhadap bermacam format sistem basis data yang mendukung ODBC. ODBC menentukan tipe driver yang sesuai, lokasi fisik, dan nama basis data dari informasi yang akan diberikan. Basis data dapat diakses melalui ODBC asalkan tersedia driver untuk basis data tersebut. Secara sederhana ADO adalah mekanisme yang menyediakan akses ke berbagai macam sumber data. Berikut ini adalah contoh penggunaan ADO dalam tugas akhir ini.

Set Conn = Server.CreateObject (“ADODB.Connection”)

Conn.Open “Driver={MySQL}; database=pustaka”

Set Rst = Server.CreateObject (“ADODB.Recordset”)

Contoh 2.3 Penggunaan ADO untuk membuat koneksi ke basis data MySQL

Baris pertama dari contoh script ASP diatas berarti mempersiapkan sebuah obyek untuk membuat koneksi ke penyedia database. Dilanjutkan dengan baris kedua yaitu membuka sumber ODBC, dalam tugas akhir ini penyedia data menggunakan MySQL. Dalam MySQL kita dapat membuat beberapa database. Untuk itu dalam script ASP harus disebutkan database mana yang akan digunakan. Baris ketiga dari contoh script di atas adalah mempersiapkan obyek recordset. Obyek ini digunakan untuk mengambil kumpulan record dari sebuah query. Biasanya sebelum pembuatan obyek recordset ini, ada perintah SQL yang meminta query dari satu atau beberapa table dalam sebuah database. Gambar 2.3 menjelaskan prinsip kerja ADO dalam mengakses berbagai sumber data.

Request from user (web page)

Web database page

Response to user

ASP Script processor

ActiveX Data Objects (ADO)

Data source (ODBC)

Data provider (DBMS)

database

2

3

4

5

6

7

8

1

Gambar 2.3 Diagram alur informasi yang terjadi saat pemrosesan halaman basis data berbasis web pada sistem informasi[3]

Penjelasan dari diagram alur informasi yang terjadi saat pemrosesan halaman basis data berbasis web pada sistem informasi (lihat gambar 2.3) adalah sebagai berikut:

1. Pengunjung web mengirimkan permintaan (request from user) yang berupa halaman web (web page) ke server web. Umumnya pengunjung web melakukan ini dengan mengklik alamat web atau hyperlink yang ada pada browser.

2. Server web menerima permintaan yang berupa halaman web dengan nama hal.html, kemudian memberikan kepada pengunjung hal.html tersebut yang berisi form untuk pengisian berbagai macam basis data yang kita sebut sebagai web database page, tempat kita mengisikan data-data yang diperlukan dalam basis data kita. Data-data tersebut dibaca oleh server web dan dituliskan sebagai suatu script (script Active Server Page) dengan nama data.asp.

3. ASP Script processor yang akan mengeksekusi kode script pada server.

4. Kode script ASP tadi memuat berbagai obyek ADO. Kode script itu kemudian memakai metode yang ditunjukkan oleh obyek-obyek ADO untuk mengakses berbagai sumber data yang tersedia pada server melalui ODBC.

5. ODBC sendiri adalah sumber data. ADO mengakses hampir semua sistem database relasional lewat ODBC. Sumber data ODBC menyediakan cara untuk membuka database dan tabel, memproses perintah SQL.

6. Setelah itu ODBC melepas fungsinya sehingga ADO bekerja secara sendiri yaitu mengirimkan perintah ke penyedia data. Penyedia data dapat berupa RDBMS seperti MySQL. Ia juga dapat berupa penyedia data non relasional semacam kode teks.

7. DBMS mengakses database sesuai dengan perintah yang dikirimkan ADO.

8. Proses ini merupakan proses sebaliknya yang berupa pengiriman data-data yang ada pada database kepada pengunjung web yaitu berupa response to user (berupa halaman web yang sudah terkustomisasi).


[1] Dr.Richardus Eko Indrajit, Pengantar Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, hal.3

[2] Fathansyah,Ir, Basis Data, hal.2

[3] Jim Buyens, Step by Step Web Database Development, hal 50

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.